Puan Dengan Tenang Tanggapi Prabowo

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meyakini Presiden Joko Widodo saat ini memiliki keinginan yang sama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memajukan Indonesia.

“Semuanya ini sebenarnya sama-sama punya keinginan yang sama yaitu memajukan dan membangun bangsa ini serta menyejahterakan rakyat,” ujar Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/4).

Hal ini disampaikan menyikapi pernyataan Prabowo mengenai kesenjangan ekonomi di masyarakat terjadi karena elite politik bermental maling, serakah, serta keabaian pemerintah merealisasikan Pasal 33 UUD 1945.

Meski begitu Puan menyatakan saat ini, terutama jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, semua pihak sebaiknya berpolitik dengan santun. Di sisi lain, ia meyakini Prabowo tidak ada maksud tertentu terhadap pemerintah terkait pernyataannya itu.

“Berpolitik saya harapkan santun saja. Saya kenal bahkan memanggilnya Mas Prabowo. Saya yakin beliau tidak seperti itu,” kata putri Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ini.

Sementara itu, sikap berbeda ditunjukkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Dari awalnya enggan menanggapi, Luhut kemudian menjawab dengan nada tinggi.

Awalnya ia lebih memilih diam dan tidak menanggapi pernyataan Prabowo.

“Tanya Pak Prabowo. Saya lagi fokus kepada pekerjaan saya. Kalau tanya pekerjaan, saya jawab,” jawab Luhut.

Ia setelah itu memaparkan hasil pekerjaannya terkait kunjungannya dalam pertemuan pemimpin ASEAN (ASEAN Leaders Gathering). Tapi suasana berubah ketika dirinya kembali diminta tanggapan terkait pernyataan Prabowo.

“Sudah saya jawab tadi. Ngerti Bahasa Indonesia tidak? Ya sudah,” tuturnya dengan nada sedikit tinggi.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto beberapa waktu lalu melontarkan pernyataan yang menimbulkan perdebatan. Dia mengatakan banyak elite politik penipu dan bermental maling.

Prabowo sempat menyatakan elite Indonesia bodoh dan serakah karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi makin membesar. Dia juga menyatakan banyak petinggi negara bermental maling karena hatinya beku, kerap menggelembungkan anggaran, dan tidak setia kepada rakyat.

Ketimpangan, menurut Prabowo tak hanya tercipta karena segelintir elite yang rakus, namun juga karena pemerintah abai menjalankan amanat Pasal 33 Undang-undang Dasar Tahun 1945.

“Pasal 33 UUD 45 itu kunci kita, bunyinya perekonomian disusun usaha bersama sebagai asas kekeluargaan, bukan konglomerasi, bukan kapitalisme, tapi kekeluargaan,” kata Prabowo saat berpidato dalam kampanye pasangan cagub-cawagub Jawa Barat, Sudrajat-Saikhu di Depok Jawa Barat, Minggu (1/4).

Releated Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *